Memilih Calon Suami Dalam Pandangan Islam


Assalamuaikum wr.wb. sahabat santri kali ini kita akan membahas tentang bagaimana memilih suami yang sholeh yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan bisa membawa keluarganya menuju kebahagian dan berkahan  di dunia dan di akhirat dan dikumpulkan di Jannah-nya Allah Swt.

Dalam hal ini kami akan memaparkan hal-hal yang harus di perhatikan dalam memilih pasangan hidup khususnya memilih suami, agar sahabat santri dapat memantapkan dapat memantapkan pilihannya.

Pertama, Seagama.


Yang harus di perhatikan sahabat santri yang pertama kali dalam memilih pasangan hidup haruslah seagama (sesama muslim/islam) karena dasar utama dalam membangun rumah tangga adalah tauhid (beriman kepada Allah) apa jadinya jika pasangan kita berbeda agama. Maka akan menimbulkan ke janggalan dan dapat mengakibatkan ketidak harmonisan.

Maka dalam hal ini Allah tegas dalam memilih pasangan yang seagama. Dalam hal ini dapat kita lihat dalam Quran surat Al-Mumtahanah (60): 10.  “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Kedua, Kuat Atau Baik Agamanya.


Sahabat santri selain kita memilih pasangan atau memilih suami yang seagama juga harus kuat dalam beragama. Kuat dalam beragama di sini seorang pasangan kita haruslah benar-benar taat kepada Allah artinya berislam dengan khafah. Kebahagian akan kita dapatkan di dalam rumah tangga jika kita benar-benar menjalakan perintah Allah dan menjahui larangannya.

Suami yang kuat dalam beragamanya dapat menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah, karena ia menjalakan kehidupan berumah tangga berdasarkan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Maka jika kita inggin memilih pasanggan hidup selain seagama hurus juga kuat dalam beragama.

Ketiga, Berakhlak Mulia.


Suami yang mempunyai akhlak yang mulia adalah idaman bagi wanita. Akhlak yang mulia akan mendatangkan keharmonisan dalam berumah tanggan. Tutur kata yang santun, tidak perah berkata kasar dan selalu menyayangi orang tua dan kerabatnya adalah tanda-tanda lelaki yang soleh dan berakhlak mulia.

Maka Rasulullah sangat menekankan dalam memilih calon suami yang bagus akhlaknya.
Rasulullah saw bersabda: “apabila datang kepadamu (untuk melamar anakmu) orang yang agamanya dan akhlaknya memuaskan, maka terimalah lamarannya. Apabila tidak, maka muncullah fitnah dan kehancuran di muka bumi.”

Jadi memilih pasangan hidup yang berakhlak mulia susah ada tuntunannya dari Nabi Saw.

Keempat, Pekerja Keras.


Dalam sebuah hadis Rasulullah mengatakan “wahai para pemuda jika engkau mampu maka menikahlah” mampu dalam arti, mampu mencari nafkah. Seorang pemuda yang ulek dan tekun dalam bekerja dan tidak malas-malasan merupakan pemuda yang soleh.

Pemuda yang pekerja keras adalah pemuda yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ia termasuk pemuda yang bertanggung jawab. Karena bekerja merupakan kewajiban suami untuk menafkahi anak dan istrinya.

Banyak sekali rumah tangga hancur karena ekonomi, maka memilih sumi yang giat bekerja akan menciptan rumah tangga yang bahagia. Karena Rasulullah mengatakan: “kemiskinan dapat mengantar kekafiran.”

Itulah empat cara memilih calon suami dalam pandangan islam, jangan lupa sholat istikhara agar dapat memantapkan hati.

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Memilih Calon Suami Dalam Pandangan Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel