Manajeman Dakwah dan Perencanaan Dakwah


Manajemen dakwah- Secara etimilogis, kata manajemen berasal ari bahasa Inggris, management yang artinya berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengolaan. Artinya, manajemen adalah sebagai suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya-upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan.

Dakwah secara etimologis, berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a - yad’u - da’wan - du’a yang diartikan sebagai mengajak/ menyeru, memanggil, seruan, permohonan dan permintaan. Dalam arti luas, dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.

Manajemen dakwah adalah sebuah pengaturan secara sistematis dan koordinatif dalam kegiatan atau aktivitas dakwah yang dimulai dari sebelum pelaksanaan sampai akhir dari kegiatan dakwah.  Lembaga dakwah yang dilaksanakan menurut prinsip-prinsip manajemen akan menjamin tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh lembaga yang bersangkutan dan akan menumbuhkan sebuah citra (image) profesionalisme di kalangan masyarakat.

Dakwah Islam bertugas memfungsikan kembali indra keagamaan manusia yang memang telah menjadi fikri asalnya, agar mereka dapat menghayati tujuan hidup yang sebenarnya untuk berbakti kepada Allah.

Unsur-unsur manajemen atau amaliyah al Idariyah adalah  takhthith (perencanaan dakwah), thanzim (Pengorganisasian dakwah), tawjih (Penggerakan dakwah), riqobah (Pengendalian dan evaluasi dakwah).   Yang secara umum kita kenal dengan istilah POAC : planning, organizing, actuating, controling.

1) Perencanaan dakwah (takhthith)

Secara alami, perencanaan merupakan bagian dari sunnatullah, yaitu dengan melihat bagaimana Allah Swt menciptakan alam semesta dengan hal dan perencanaan yang matang disertai dengan tujuan yang jelas.  Sebagaimana firman Allah   :

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (QS Shaad : 27)

Perencanaan sebagai fungsi manajemen dalam penerapannya minimal memenuhi 6 (enam) unsur pokok yaitu   :

a) Unsur tindakan / kegiatan
b) Unsur tujuan yang ingin dicapai
c) Unsur lokasi tempat pelaksanaan kegiatan
d) Unsur waktu yang diperlukan
e) Unsur tenaga pendukung sebagai pelaksanaan
f) Unsur teknik yang akan digunakan.

Perencanaan merupakan strating point dari aktivitas manajerial. Karena bagaimanapun sempurnanya suatu aktivitas manajemen tetap membutuhkan sebuah perencanaan. Karena perencanaan merupakan langkah awal bagi sebuah kegiatan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang terkait agar memperoleh hasil yang maksimal.

2) Pengorganisasian dakwah (thanzim)

Pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan daam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Pengorganisasian atau al-Thanzim dalam pandangan Islam bukan semata-mata merupakan wadah, akan tetapi lebih menekankan bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara rapi, tuntas, sistematis. Hal ini diilustrasikan dalam al Qur’an.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS As Shaaf : 4)

Tugas bagi para pemimpin adalah merancang sebuah struktur organisasi yang memungkinkan mereka untuk mengerjakan program dakwah secara efektif dan efisien untuk mencapai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan organisasi. Ada 2 poin yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian yaitu,

a) Organizational design (desain organisasi)
b) Organizational structure (struktur organisasi)

Seorang pemimpin cukup berkomunikasi dengan penanggung jawab yang telah ditunjuk.

3) Penggerakan dakwah (tawjih)

Penggerakan dakwah merupakan inti dari manajemen dakwah, karena dalam proses ini semua
aktivitas dakwah dilaksanakan.  Dalam penggerakan dakwah ini, pimpinan menggerakkan semua elemen organisasi untuk melakukan semua aktivitas-aktivitas dakwah yang telah direncanakan, dari sinilah  aksi semua rencana dakwah akan terealisir, dimana fungsi manajemen akan bersentuhan secara langsung dengan para pelaku dakwah.

Peranan pimpinan dakwah akan sangat menentukan warna dari kegiatan-kegiatan tersebut. Karena pimpinan dakwah harus mampu memberikan sebuah motivasi, bimbingan, mengoordinasi serta menciptakan sebuah iklim yang membentuk sebuah kepercayaan diri yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan semua anggotanya.

4) Pengendalian dan evaluasi dakwah (riqobah)

Pada organisasi dakwah, penggunaan proedur pengendalian ini diterapkan untuk memastikan langkah kemajuan yang telah dicapai sesuai dengan sarana dan penggunaan sumber daya manusia secara efisien.  Pengendalian juga dapat dimaksudkan sebagai sebuah kegiatan mengukur penyimpangan dari prestasi yang direncanakan dan menggerakkan tindakan korektif.

Tujuan dari pengendalian dan evaluasi ini adalah   :

a) Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap seseorang yang diserahi tugas dalam melaksanakan kegiatan dakwah.

b) Mendidik agar kegiatan dakwah dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang telah ditentukan.

c) Mencegah terjadinya kelalaian atau kesalahan dalam melaksanakan kegiatan dakwah.

d) Memperbaiki kesalahan yang terjadi agar tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, sehingga kegiatan dakwah dapat berjalan lebih aktif dan profesional.

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Manajeman Dakwah dan Perencanaan Dakwah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel