Pengertian Akal dan Wahyu


BAB  I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG  

Teologi sebagai ilmu yang membahas soal-soal ketuhanan dan kewajiban kewajiban manusia teradap tuhan memekai akal dan wahyu dalam memperoleh pengetahuan tentang  kedua soal tersebut akal sebagai daya berfikir yang ada dalam dalam diri manusia berusaha keras untuk sampai kepada tuhan dan wahyu sebagai pemberitahuaan dari alam mtfisika turun kepada manusia dengan keterangan- keterangan tentang tuhan dan kewajiban-kewajiban manusia terhadap tuhan. Semua aliran teologi islam baik Asy’ariah, Maturidiyah maupun Muta’zila sama sama mengunakan akal dalam menyelesaikan persoalan teologi yang timbul di kalangan umat islam.

2. RUMUSAN MASALAH

a) Apa pengertian akal dan wahyu  ?
b) Bagaimana pendapat pandangan kaum Muazilah dan Asy’ariah mengenai akal dan wahyu  ?

3. TUJUAN PEMBAHASAN

a) Untuk mengetahui pengertian akal dan wahyu.
b) Untuk mengethui pendapat pandangan kaum Muazilah dan Asy’ariah mengenai akal dan wahyu.

BAB  II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Akal dan Wahyu.

Kata akal sudah menjadi kata Indonesia dari bahasa arab  (  العقل)  yang dalam bentuk kata benda di dalam al-Qur’an hanya membawa  bentuk kata kerjanya (عقلوه)   di dalam al-Qur’an  banyak sekali kata aql contoh seperti  (تعقلون) ada 24 (يعقلها) ada 1 (يعقلون) ada 22 (يعقل)  dan 1 dalam kata-kata itu datang dalam arti faham dan mengerti, maka dapat diambil arti bahwa akal adalah peralatan manusia yang memiliki fungsi untuk membedakan antara yang salah dan benar  serta menganalisis sesuatu yang kemampunya sangat luas.

Secara etimologi wahyu berarti isyarat, bisikan, ilham, perintah  sedangkan menurut istilah berarti nama bagi suatu yang disampaikan secara cepat  dari Allah SWT kepada nabinya. Kata wahyu berasal dari bahasa arab (الوحي) bukan pinjaman dari bahasa asing yang berarti suara api dan kecepatan dan ketika wahyu berbentuk masdar memiliki arti yaiyu tersembunyi dan cepat oleh sebab itu wahyu sering di sebut sebagai sebuah pemberiatahuan tersenbunyi dan cepat kepada seseorang yang terpilih tanpa seseorang yang mengetahuinya, sedangkan ketika berbentuk maf’ul wahyu allah terhadap nabi-nabinya ini sering disebut kalam allah SWT yang di beertikan kepada nabi.

2. Akal dan Wahyu Menurut  Mu’tazila

Mutazilah merupakan aliran teolagi islam yang bersifat rasional dan dikenal sebagai “Kaum Rasionalis Islam” mereka banyak mengunakan akal dalam penjelasan konsep-konsep teologi islam dan mereka banyak terpengaruh oleh filsafat-filsafat Yunani sehingga dalam pandangan teologi pun mereka tetap menyesuaikan antara ajaran agama dan filsafat 

Dalam pengertian mu’tazila akal merupakan sumber pengalaman  dimana setiap manusia menaruh keraguan terhadap apa saja. Dalam hal ini memastikan bahawa akal merupakan media informasi bagi manusia untuk memperoleh pengetahuan 

Kecenderungan mu;tazilah mengunakan dalil-dalil daam al-Quran  dan menafsirkan setiap ayat-ayat al-Qur’an karena mereka menggunakan dalil-dalilyang ada pada (Q.S fussilat : 53)

Artinya; Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Dan (Q.S al –Ghasyiah : 17)

Artinya : Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia    diciptakan

Mutazilah berpandangan pengetahuan dapat diketahui melalui pemikiran-pemikiran mendalam sementara akal dapat mengetahui kewajiban berterimakasih kepada Allah SWT. dan wahyu bagi mu’tazila berfungsi untuk memberikan penjelasan penjelasan tentang rinciyan pahala dan siksa di akhirat kelak.

Jadi menurut mutaziala wahyu berfungsi sebagai konfirmasi dan informasi ,maksudnya ialah wahyu memperkuat apa-apa yang telah diketahui akal dan apa-apa yang belum di ketahui akal. Dengan demikiyan wahyu hanya berkedudukan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh dari akal.

3. Akal dan wahyu menurut Asy’ariah 

Adapun asy’ariah pada sisi lain menyatakan akal tidak akan pernaha dapat mengetahui segala macam bentuk kewajiban serata kebaikan dan keburukan sebelum wahyu berada. Sebab semua kewajiban hanya dapat diketahui dengan keberadaan wahyu. Akal hanya dapat mengetahui keberadan tuhan tetapi wahyu yang mewajibkan manusia mengetahui Tuhan dan berterimakasih kepada-Nya.
Asy;ariah mencoba menciptakan suatu posisi moderat dalam semua goresan teologis  dengan membuat penalaran yang tunduk terhadap wahyu dan menolak kehendak bebas manusia yang kereataif dan lebih  menekankan pada kekuasaan tuhan dalam setiap kejadian dan perilaku manausia.
Asy’ariah menjelasakan posisi wahyu yang lebih tinggi dari akal . dan wahyu disini adalah al-Quran dan penjelasan nabi atau di sebut Hadist sehingga wahyu  merupakan sumber pertama sedangakan akal merupakan pikiran yang di peruntuhkan memahami dan bukan sumber pengetahuan.

BAB III
A. KESIMPULAN
  
1. Akal adalah daya pikiran untuk memahami seseuatu  yang di dalamnya terdapat kemungkinan bahwa pemahaman yang di dapat oleh akal bisa salah dan juga benar. Sedangkan wahyu adalah firman allah SWT yang di sampaikan kepada Nabi-Nya baik untuk dirinya dan untuk disampaikan kepada umatnya.

2. Aliran Mu’tazila merupakan aliran teologi islam yang mengedepankan Rasionalitas  atau akal sebagai sumber utama, dan kebenaran akal lebih utama di bandingkan dengan kebenaran wahyu sedangkan aliran Asy;ariah mencoba menciptakan suatu posisi moderat dalam semua goresan teologis  dengan membuat penalaran yang tunduk terhadap wahyu dan menolak kehendak bebas manusia yang kereataif. 


SUMBER

Razaq,Abdul  dan  Anwar, Rasihin. 2001 ,Ilmu Kalam .  C V. Pustaka Setia, Bandung.
Nasution, Harun, 1986,Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan . UI Press . Jakarta
Razaq, Abdul dan Anwar Rosihon . 2007 . Ilmu Kalam . CV. Pustaka Setia. Bandung

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Pengertian Akal dan Wahyu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel