KHUTBAH JUM'AT, LATAR BELAKANG ISRA’ MI’RAJNYA RASULULLAH SAW

LATAR BELAKANG ISRA’ MI’RAJNYA RASULULLAH SAW
sumber gambar: dream.co.id
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang dirahmati oleh Allah swt ...

Kini kita berada di dalam bulan Rajab. Yaitu bulan yang bersejarah bagi umat islam, khususnya yang mana Rasulullah saw telah di isra mi’rajkan, oleh Allah swt dari masjidil haram mekah, ke masjidil aqsa di palestina, terus naik kelangit pertama sampai ke langit ketujuh, terus ke Mustawah dan seterusnya dan sampailah ke Rahibaan Allah swt. Peristiwa isra mi’raj pada tanggal 27 rajab, bukan saja merupakan mukjizat (kejadian luar biasa) yang mengagumkan,terutama pihak lawan rasulullah, dan juga menunjukan dan memantapkan keyakinan Rasulullah dalam melanjutkan perjalanan. Kira-kira 12 tahun lamanya, rasulullah berjuang di tengah-tengah gerombolan kafir Quraisy yang menentang dakwah islamiyah yang dikembangkan rasulullah. Pada waktu itu pengikut-pengikut beliau yang berjumlah paling banyak 200 orang. Dan ada 4 macam tindakan yang dilakukan penentang untuk melumpuhkan atau menghancurkan perjuangan Rasulullah.
Yang pertama: menjalankan teror, bukan saja terhadap Nabi,tapi juga terhadap pengikut-pengikutnya, dengan maksud menyerah dan berlutut.

Yang kedua: melakukan blokade ekonomi, dilarang keras menjual bahan-bahan makanan kepada yang masih mempunyai hubungan dengan Rasulullah, maksudnya agar meyereh karena tekanan kelaparan sesudah aksi-aksi itu pun tidak berhasil.

Yang ketiga: dijalankannya semacam etise politik, dengan membujuk diberikan kdudukan, harta dan wanita. Tetapi  itu semua ditolak Rasulullah dengan cara diplomatis, yang menunjukan kebulatan tekad. Kata rasulullah: “sekalipun matahari diletakan di tangan kananku, dan bulan di tangan kirikku, dengan maksud untuk menghentikan dakwah islamiyah, setapak pun aku tak akan mundur.

Keempat: ditawarkan sikap kompromi, dengan cra sama-sama menyembah tuhan nenek moyang mereka, maksudnya sama-sama kemasjid dan sama-sama ke tempat patung mereka. Tetapi semua ini ditolak dengan tegas oleh Rasulullah.  Jawaban dari Rasulullah ini datangnya langsung dari Allah swt. Dalam Al-Quran surah al-kafirun ayat 1-6.

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ  ١ لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ  ٢ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ  ٣ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ  ٤ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ  ٥ لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ  ٦

“Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

Maka jelaslah bagi kita, soal sembah menyembah itu tidakada toleransi. Demikianlah gambaran situasi perjuangan Rasulullah saw di zaman makiyah, yang ternyata memantapkan keyakinan dalam perjuangan beliau. Disamping intimidasi dan tekanan-tekanan fisik yang di rasakan Rasulullah. Datang lagi pukulan batin yang bukan saja menggoncangkan hati tapi secara langsung melumpuhkan tonggak-tonggak yang sebelumnya menjadi perisai dan sandaran dalam perjuangan Rasulullah. Terjadinya peristiwa yang amat menggoncang dan menyedihkan dengan meninggalnya paman beliau Abu Tholib. Walaupun sampai saat terakhir Abu Thalib tidak mendapat hidayah Ilahi memasuki islam tetapi dia mempertaruhkan jiwanya. Jika ada penentang-penentang yang menggangu perjuangan keponakannya yaitu Rasulullah. Setelah 3 hari wafaat Abu Thalib, disusul pukulan batin yang hebat yaitu meninggalnya istri yang sanggat di sayangi Rasulullah (Khadijah). Dalam kehidupan perjuangan Rasulullah peran Khadijah bukan hanya sebagai seorang istri yang menjadi teman menangis di kala duka, teman tertawa di kala suka, tapi jauh dari itu pernah Rasulullah beberapa waktu meninggalnya Khadijah. Kata Rasulullah saw “Allah belum menggantikan istri yang lebih baik seperti dia. Dia adalah wanita pertama yang beriman di waktu manusia lain masih kufur. Dia mengakui kebenaran aku pada saat manusia lain tidak mempercayai aku. Dia mengorbankan hartanya untuk kepentingan perjuangan di waktu manusia lain tidak mau menyumbangkan hartanya. Dari khadijah kau dikaruniai putra putri, penerus keturunan yang tidak aku peroleh dari istri-istri aku yang lain.” Inilah merupakan latar belakang peristiwa isra’ mi’raj. Dalam situasi yang gawat, dikala Rasulullah dirundung duka yang sanggat memiluhkan lalu Allah menunjukan kebesarannya dan kekuasaannya dengan memperjalankan isra’ mi’raj dari masjidil haram ke masjidil aqsa dan kemudian naik ke langit kesatu sampai ke langit ketujuh dan terus ke sidratul muntaha dan seterusnya sampai ke haribaan Allah. Sepulangnya dari isra’ miraj’ ini lalu Rasulullah bercerita apa yang beliau alami bahwa mereka di bawa oleh malaikat isra’ mi’raj. Ternyata apa yang di bawa nabi itu banayak yang tidak mempercayainya bahkan ada yang mengatakan Muhammad telah gila, bahkan yang sudah beriman kembali murtad. Sehingga nabi mendapatkan olok-olokkan. Tetapi dengan ketabahannya Rasulullah menghadapi semunnya. Apa yang dibawa Rasulullah pulang dari isra’ mi’raj itu? Yaitu perintah sholat yang di wajibkan untuk melaksanakan 5 kali sehari semalam. Kewajiban sholat merupakan tugas umat islam yang tidak boleh di tinggalkan dan Allah sudah menyediakan tempat bagi orang yang meninggalkan sholat sebagaimana firmannya:

فِي جَنَّٰتٖ يَتَسَآءَلُونَ  ٤٠ عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ  ٤١ مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ  ٤٢ قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ  ٤٣ وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ  ٤٤

“berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin.” (Q.S Al-Mudatsir: 40-44)

Jadi jelaslah bahwa tempat yang Allah sediakan untuk orang-orang yang meninggalkan sholat yaitu di neraka saqar.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah swt ...

Didalam perjalanan isra’ mi’raj Rasulullah melihat sekelompok orang di lempar kepala mereka dengan batu sampai pecah. Jika sudah pecah kembali seperti semula, lalu di lempar lagi. Begitulah seterusnya. Lalu Rasulullah bertanya “siapakah itu wahai jibril?” jibril menjawab: mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk sujud atau tidak mau melaksanakan sholat. Disinilah menggambarkan pentingnya solat yang harus di laksanakan. Allah dan Rasulullah mengancam dengan siska bagi yang tidak mau mengerjakannya. Dan juga Rasulullah mengatakan “ sholat adalah tiang agama, barang sipa yang sholat berarti ia menegakkan gama, dan barang siapa yang menggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agam.” Mak dari itu marilah kita tegakkan sholat dengan mengharap ridho Allah.

Demikianlah khutbah saya, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita bersama. Amin 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} أَمَّا بَعْدُ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ ارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِّينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَلِىٍّ وَارْضَ عَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ وَ عَنِ التَّابِعِينَ وَتاَبِعِي التَّابِعِينَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ, وَ ارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيَن.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اللهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالشُّيُوعِيِّينَ الصِّينِيِّينَ وَالشُّيُوعِيِّيَن الرُّوسِيِّينَ وَ اْلمُشْرِكِينَ  الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكِ، اللهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.
اللَّهُمَّ انْصُرِ اْلمُسْلِمِينَ اْلمُسْتَضْعَفِينَ واْلمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِكَ وَالْمُرَابِطِينَ فِي سَبِيلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَ زَمَانٍ. اللًّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُعَزَّرًا.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, وَ لَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ





























uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "KHUTBAH JUM'AT, LATAR BELAKANG ISRA’ MI’RAJNYA RASULULLAH SAW"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel