Cara Rasulullah Saw Mengendalikan Amarah


Mungkin memang tidak mudah mengendalikan amarah, terlebih ketika berada pada lingkungan dengan orang-orang pemarah. Senantiasa menguatkan iman kita, memohon kepada Allah Swt dan berlatih terus-menerus. 


Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meredam amarah.


  1. Membaca dan merenungkan berbagai Hadis dan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang mampu menahan amarah.
  2. Membaca dan mengambil pelajaran dari kisah sahabat-sahabat Rasulullah saw yang telah berhasil mengubah dirinya menjadi sosok-sosok yang mengagumkan, berakhlak baik, dan penyantun. 
  3. Membayangkan betapa jeleknya wajah kita ketika marah.
  4. Merenungkan akibat buruk yang akan terjadi bila kita mengumbar kemarahan.

Namun, bila suatu saat amarah telah menyesakkan dada menegangkan urat saraf, dan memanaskan wajah. Maka bersabarlah..!!

Berikut tuntunan Rasulullah saw untuk mengendalikan amarahnya.


1. Berlindung Kepada Allah Dari Godaan Setan Yang Terkutuk.


Marah adalah dari setan maka sudah seharusnya kita minta perlindungan kepada Allah agar setan menghilang dan marah mereda.

Dari Sulaiman bin Shurad ra. Ia berkata “aku duduk bersama Nabi saw tiba-tiba ada dua orang yang saling memaki, salah seorang diantaranya, mukanya mulai memerah dan pertikaian hampir saja terjadi. Kemudian Rasulullah saw bersabda “sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat, apabila kalimat tersebut dibaca, niscaya hilanglah apa yang terjadi, yaitu Audzu billahi minasy-syaithaanir-rajiim (aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Maka para sahabat mengatakan kepada dua orang yang sedang bertengkar itu, “sesungguhnya Nabi saw menyuruh supaya kalian berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (H.R Bukhari dan Muslim)


2. Berdoa Kepada Allah


Doa merupakan senjata paling ampu untuk mengatasi amarah. Tanpa pertolangan Allah kita kita bisa apa-apa. Maka Rasulullah mengajarkan kita ketika sedang marah maka berdoalah kepada Allah Swt.

Berdasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Apabila Aisyah ra marah, Rasulullah saw memegang hidung Aisyah seraya mengatakan, “wahai Uwaisy (panggilan manja untuk Aisyah) ungkapkanlah “ya Allah Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosaku hilangkanlah kemarahan hatiku, dan lindungilah aku dari berbagai fitnah yang menyesatkan”.

3. Diam Sejenak


Bila kemarahan telah menguasai diri, bicarapun menjadi tidak terkendali. Daripada mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan orang lain maka sebaiknya kamu diam bila marah. 
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw bersabda, “apabila kamu marah, maka hendaklah diam.” (H.R Ahmad, Ibnu  Abu Dunya dan Thabrani)

4. Mengubah Posisi


Jika kita ingin marah terhadap seseorang maka Nabi Saw mengajarkan kita untuk mengubah posisi, jika kita dalam keadaan berdiri maka duduklah, jika kita dalam keadaan duduk berbaringlah sebagaimana yang di sabdakan oleh Rasulullah Saw:

Rasulullah saw bersabda “apabila kamu marah dalam keadaan berdiri, hendaklah kamu duduk. Jika dalam keadaan duduk, hendaklah kamu bersandar. Dan jika dalam keadaan bersandar maka hendaklah kamu berbaring.” (H.R Ibnu Abu Dunya dan Ahmad)

5. Berwudu


Marah berasal dari setan. Setan terbuat dari api. ketika seseorang sedang marah maka Rasulullah mengajarkan untuk berwudu agar amarah yang berasal dari setan itu hilang. Seperti api yang di padamkan oleh air.

Rasulullah saw bersabda “amarah bersal dari setan dan setan itu berasal dari api. Sesungguhnya, api itu bisa dipadamkan dengan air. Jadi, jika seseorang diantara kamu sedang marah, maka hendaklah ia berwudu.” (H.R Ahmad)

itulah lima hal yang dapat penulis sampaikan, semoga dapat diamalkan dan dipraktikkan.

Wassalamualaikum Wr.Wb
  

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

2 Responses to "Cara Rasulullah Saw Mengendalikan Amarah "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel