Cara Makan Rasulullah dan Manfaat Bagi Kesehatan


Hidup manusia tak lepas dari makanan. Tanpanya manusia mustahil bisa bertahan hidup. Walaupun demikian pola makan yang kita asup juga tidak boleh sembarangan. Karena itu carilah makanan yang bergizi dan tak kalah pentingnya adalah menghindari israf (berlebihan) dalam hal makan.
Dalam kitab Ihya ulumuddin, Imam Ghazali menjelaskan tujuh adab sebelum makan yang perlu diperhatikan supaya makanan yang kita makan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Yang mana telah dia ajarkan oleh Rasulullah melalui sunnah-sunnahnya, diantranya sebagai berikut:

Pertama: Mulailah Dengan Membaca Basmalah dan Doa.

Rasulullah saw bersabda:  

“apabilah di antara kalian ingin makan, hendaknya ia membaca basmalah. Dan, jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca ‘bismillah fii awwalihi wa akhirihi.” (HR. Tirmdizi dan Ahmad).

Kedua: Makalah Dengan Tangan Kanan dan Minumlah Dengan Tangan Kanan.


Dari Umar bin Abu Salamah, berkata, “waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah Saw. Tanganku berseliweran di napan saat aku makan. Maka, Rasulullah Saw bersabda, “wahai ananda, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka, seperti itulah gaya makanku setelah itu.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw bersabda: “jika di antara seorang kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Dan jika minum, hendaknya ia minum dengan tangan kanannya. Karena, sesungguhnya setan makan dengan tanggan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Ketiga: Mengunyah Dengan Baik


Rasulullah Saw bersabda:

“kunyahlah setiap suap makanan 30 -50 kali sehingga menjadi lunak dan melalui kerongkongan tanpa kesulitan. Kalau makanan itu keras, kunyahlah sampai 70-75 kali.” 

Berdasarkan hadis tersebut, kita diperintahkan mengunyah 30-50 kali setiap suapan. Mengapa harus mengunyah sebanyak 30-50 dan bahkan 70-75 kali? Bukankah itu terlalu banyak dan lama? Ketahuilah bahwa ini tidak lama, hanya setara 30-80 detik, sedang manfaatnya bagi kesehatan bagitu banyak. Hal ini bisa dibuktikan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan berdasarkan penelitian ilmiah, sebagaimana dipublikasikan Daily Mail, koran harian Inggris melalui empat artikelnya. Menurut penelitian tersebut, mengunyah makanan sebanyak 30-50 kali (lebih lama) akan memberikan waktu untuk lambung untuk mengirimkan sinyak ke otak. Sinyal bahwa lambung sudah kenyang. Dengan ‘feed back’ dari otak ketubuh bahwa tubuh tidak memerlukan makanan lagi dan untuk berhenti makan. Mengunyah lebih lama akan mengurangi ‘ghrelin’ atau ‘hormon lapar’ dan mengurangi kalori makanan yang masuk kedalam tubuh. Mengunyah lebih lama berakibat psikologis, kita akan bosan sehingga bisa mengurangi kuantitas atau jumlah makanan yang masuk kedalam tubuh. Mengunyah lebih lama akan mengurangi kebiasaan kita ngemil setelah makan. Hal itu akan menghindarkan kita dari obesitas (kegemukan).

Keempat: Jangan Mencaci Makanan.


Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan “Rasulullah Saw sama sekali tidak pernah mencelah makanan. Jika beliau menyukai suatu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka maka beliau meninggalkannya.” 

Kelima: Jangan Meniup Makanan Yang Sedang Panas.


Bersabar dan tungguhlah makanan yang panas ini sampai hangat atau dingin. Janganlah tergesah-gesah untuk menikmatinya. Biarlah makanan tersebut menjadi dingin terlebih dahulu. 

Dari Asma’ biti Abu Bakar r.a ia berkata, “jika Rasulullah Saw membuat roti Tsarid, maka beliau tutupi roti tersebut dengan sesuatu sampai panasnya hilang. Kemudian beliau berkata, sesungguhnya hal tersebut lebih besar berkahnya.” (HR. Imam Ad-Darimi, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Ibnu Abid Dunya di dalam kitab Al-ju’,).

Keenam: Jangan Makan Berlebihan.


Rasulullah Saw bersabda: 

“hendaklah keturunan adam tidak memenuhi perutnya. Cukuplah bagi keturunan Adam beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang sulbinya (rusuk). Jika tidak ada halangan, sepertiga (perut) untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya,” (HR. Tirmidzi)

Menurut ilmu kesehatan, makan secara berlebihan dapat mengundang bahaya seperti gangguan pencernaan, diare, sembelit, perut kembung, obesitas, encok, penyakit liver, pengersan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan penggumpalan darah. Makan berlebihan juga bisa menimbulkan peradangan akut pada pankreas dan empedu, diabetes meletus, bahkan batu ginjal. Benarlah apa yang dikatakan doktor arab, Al-Harits bin Kaldah, “lambung adalah sarang penyakit, dan diet (pola makan teratur) adalah obat utama.”

Ketujuh: Disunnahkan Rasulullah Saw Menjialati Jari Sesudah Makan.


Rasulullah Saw bersabda:

“apabila seseorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia menjilati jemarinya. Sebab ia tidak tahu di makanan manakah yang ada berkahnya .” (HR. Muslim)

Kita dilarang menyisakan makanan walaupun sebutir. Mubazir. Rasulullah Saw mengajarkan jangan biarkan butir-butir makanan itu menangis karena terabaikan bisa jadi berkah itu ada pada makanan yang tersisih pada jari jemari. Rasulullah Saw memberikan contoh makan menggunakan tiga jarinya yang kanan yaitu,ibu jari, telunjuk dan jari tengah setelah itu membasuh tangan dan membaca doa setelah makan sebagai tanda syukur atas nikmat yang Allah berikan.     

Sabahat santri itulah etika atau adab terhadap makanan yang diajarkan oleh Nabi Saw yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wb. Wb

Sumber

Abu Khatib An-Nabhani. Jagalah Sehatmu Sebelum Sakitmu: Safirah, 2015

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

2 Responses to "Cara Makan Rasulullah dan Manfaat Bagi Kesehatan "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel