Cara Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa

1. Pengertian Motivasi Belajar
Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. (Sardiman A.M, 2009 : 75)

Motivasi belajar adalah kekuatan. Kekuatan atau tenaga-tenaga yang dapat memberikan dorongan kepada kegiatan belajar murid. (Amir Daien Indra Kusuma, 1973 : 162) Motivasi adalah sesuatu yang memberi energi dan mengarahkan perilaku. (Anita E. Wodlfolk, 2004 : 358)

Motivasi belajar adalah keseluruhan  daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar menjamin kelangsungan kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. (W.S. Winkel, 1996 : 150) Motivasi adalah suatu proses mengingatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. (Muh. Uzer Usman, 1990 : 24)

Berdasarkan beberapa pendapat diatas yang mendefinisikan  tentang motivasi dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong di dalam diri siswa yang menimbulkan  kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai. Para siswa akan menjadi giat belajar jika terdapat dorongan baik itu dorongan dari dalam maupun dari luar diri siswa.

Oleh sebab itu pribadi guru yang juga merupakan  sikap dan tingkah lakunya secara tidak langsung mampu memotivasi  siswa yang dapat membawa perubahan sikap dan tujuan belajar.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
a. Motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasal dari diri sendiri
b. Motivasi ekstrinsik ialah motivasi  atau tenaga-tenaga pendorong 
c. Yang berasal dari luar diri anak.

3. Fungsi Motivasi Belajar
a. Mendorong manusia berbuat
b. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan. Perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan. (SardimanA.M, 2009 : 85)

4. Ciri-ciri  Motivasi Belajar
a. Tekun menghadapi tugas
b. Ulet menghadapi kesulitan
c. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah
d. Lebih senang bekerja mandiri
e. Cepat bosan pada tugas yang rutin/mekanis

5. Jenis-jenis Motivasi Menurut Frandsen
a. Cognitiv Motives
Motiv ini menunjuk pada gejala intrinsik kepuasan individual yang berada di dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental.

b. Self Expression
Penampilan diri adalah sebagian dari perilaku manusia. Untuk ini memang diperlukan kreativitas, penuh imajinatif. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri.

c. Self Enhancement
Melalui aktualisasi diri dan pengembangan kompetensi akan meningkatkan kemajuan diri seseorang. (Sardiman A.M, 2009 :87)

6. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah
a. Memberi angka-angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya.
b. Hadiah
c. Saingan / kompetisi
d. Ego-involvement (menimbulkan kesadaran kepada siswa)
e. Memberi ulangan
f. Mengetahui hasil
g. Pujian
h. Hukuman
i. Hasrat
j. Minat
k. Tujuan yang diakui
(Sardiman A.M, 2009 ; 92-95)

Pengaruh Kepribadian Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa

Kepribadian guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakat sehingga seorang guru akan tampil sebagai sosok yang patut digugu (Ditaati nasehat, ucapan, perintahnya) dan ditiru (dicontoh sikap dan prilakunya). 

Belajar merupakan proses aktif karena itu belajar akan dapat berhasil jika dilakukan secara rutin dan sistematis ciri dari suatu pengajaran yang berhasil salah satunya dapat dilihat dari kadar belajar siswa atau kedisiplinan belajar, makin tinggi disiplin belajar makin besar peluang pengajaran. Disiplin mengajar merupakan karakteristik kepribadian, kepribadian merupakan unsur yang terpenting dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan karena kepribadian adalah merupakan organisasi yang dinamis dari individu tentang sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian terhadap lingkungannya.

Hal ini senada dengan pernyataan Alexander A. Schinders bahwa salah satu kata kunci dari definisi kepribadian adalah penyesuaian. (Yusuf  LN, 2008 : 4) Dalam  pembicaraan disini pengertian kepribadian lebih ditekankan kepada kelakuan, tabiat, sikap dan minat. Karena pekerjaan guru menyangkut faktor-faktor: Jiwa/pribadi anak yang satu sama lain berbeda-beda keadaannya, pertumbuhannya atau perkembangannya serta wataknya, yang kesemuanya itu menghajatkan kepada bimbingan tepat dari guru. Kepribadian guru sendiri, merupakan alat yang sangat tajam bagi pelaksanaan pendidikan anak dalam sekolah. Sehingga kepribadian guru sendiri menjadi ciri dari kesuksesannya. (Arifin M, 1976:128)

Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, siswa dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memlihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Dalam kaitan itu perlu diketahui bahwa cara dan jenis menumbuhkan motivasi adalah macam-macam, kepribadian guru merupakan motivasi ekstrinsik yang mampu menumbuhkan dan memberi motivasi bagi kegiatan belajar para anak didik. Dari pengertian  kepribadian diatas maka dapat diharapkan guru mampu menerapkan tugasnya baik di sekolah maupun di rumah yang mana seorang guru merupakan figur yang harus menampilkan kepribadian yang baik, tidak saja ketika melaksanakan tugasnya di sekolah, tetapi di luar sekolahpun guru harus menampilkan kepribadian yang baik, hal ini untuk menjaga wibawa dan citra guru sebagai pendidik yang selalu digugu dan ditiru oleh siswa dan masyarakat bila seorang guru melakukan sesuatu perbuatan asusila dan amoral maka guru telah merusak wibawa dan citra guru dimasyarakat. (Syaiful Bahri Djamarah, 2009 : 59)

Mengenai sikap seorang guru yang baik dituntut untuk selalu bersikap sopan santun dalam segala tingkah lakunya, banyak sikap yang perlu dimiliki oleh soerang guru, agar dalam melaksanakan tugasnya mendidik anak dapat berhasil dengan baik, dengan ini kepribadian guru mempengaruhi motivasi belajar siswa. Jadi seorang guru harus mempunyai sikap yang responsif terhadap pekerjaannya, dengan kata lain bahwa seorang guru harus cinta kepada tugasnya seorang guru harus memandang kepada tugasnya sebagai suatu yang indah, suatu hal yang mulia, menarik dan mengasyikkan. Dengan begitu ia akan mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya guna dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri dan kepentingan siswa juga kepentingan nusa dan bangsa. 

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Cara Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel