Tanggung Jawab Suami Terhadap Keluarga

Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab, begitu juga suami. Suami memiliki tanggung jawab khususnya terhadap keluarga. Arti tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan wajib menangung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkawajiban memikul, menanggung segala sesuatunya, dan menanggung segala akibatnya.

Makna tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruknya perbuatannya itu, dan menyadari pula pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan.

Suami merupakan pemimpin dalam keluarga sebagaimana sabda nabi Muahmmad saw:

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda: “setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Imam (kepala negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seoarang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin didalam urusan rumah tangga suaminya dan akan diminta peratanggung jawaban atas rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut”. (HR. Bukhari).

Jadi jelaslah bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dan juga suami yang memiliki tanggung jawab dalam kehidupan keluarga agar menjadi keluarga yang harmonis, sejahtera. dalam berumah tangga  tergantung, suami menjadi faktor terpenting dalam menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Di antara tugas Suami terhadap keluarga adalah:

Pertama, Memberikan Makan Dan Minuman Yang Halal Beserta Tempat Tinggal.

Kebutuhan zohir adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi suami seperti makanan yang halal, minuman yang halal dan juga tempat berteduh agar keluarga merasa nyaman dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Maka suatu kewajiban bagi suami untuk mencari nafkah yang halal sebagai firman Allah dalam QS. An-Nisa: 34

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡۚ

“Suami adalah kepala keluarga, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (suami) dari sebagian yang lain (istri), dan karenanya sumai berkuajiban memberi nafkah kehidupan keluargannya”.

Kedua, Memberikan Pendidikan Dan Pemahaman Agama Terhadap Keluarga.

Tidak hanya memberikan nafkah zohir saja, tetapi juga memberikan, perhatian dan juga pendidikan khususnya pendidikan agama, seperti mengajarkan mereka tentang sholat, membaca Al-Qur’an, puasa dan mengajarkan mereka tentang halal dan haram. Agar keluarga di dalamnya terbebas dari siksa api Neraka.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim 66: 6.
   
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ  ٦

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada manusia untuk menjaga dirinya dan juga keluarganya dari api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu dengan cara mentaati dan menjalan kapan apa-apa yang diperintahkan Allah dan Rasulullah saw.

Ibnu Abbas menafsirkan قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا dengan “beramalah kamu taat kepada Allah dan takulah kamu akan maksiat kepadanya dan perintahkanlah keluargamu dengan mengingat Allah, niscaya Allah akan melepaskan kamu dari api Neraka”. Sedangkan menurut sayyidina ‘Ali karamallahu-wajhah, “ajarakan dirimu dan keluargamu kebaikan dan didiklah mereka”. Begitulah cara mereka menghindarkan keluarga kita dari api Neraka.

Ketiga, Memberikan Perhatian Dan Kasi Sayang Kepada Keluarga.

memberikan perhatian dan kasi sayang merupakan tugas yang tidak boleh ditinggalkan oleh suami, perhatian dan kasi sayang merupakan kunci dalam menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw adalah orang yang paling menyayangi keluarganya, dan tidak pernah kasar terhadap istri-istri dan anak-anaknya. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw:

orang yang baik diantara kamu sekalian, adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Saya (nabi) adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluarga saya (nabi), tidak ada yang mulia, kecuali dia memuliakan wanita (istri), dan tidak ada yang menghina wanita (istri) kecuali dia sendiri orang yang hina”. (HR. Ibnu Asakir).

Selain memuliakan istri dan keluarga suami juga memiliki peran untuk mengajarkan anak-anaknya untuk mengerjakan solat sejak dini. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.

perintahkanlah anak-anak untuk sholat ketika mereka berusia tujuh tahun. Dan pukulah mereka (jika tidak mau menjalankan sholat) ketika mereka berumur sepuluh tahun”. 

Semoga bermanfaat dan bisa kita terapkan dalam kehidupan keluarga kita sehari-hari dan menambah ketaatan kita kepada Allah SWT. Amin






uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

2 Responses to "Tanggung Jawab Suami Terhadap Keluarga "

  1. Simpelnya suami punya tiga tanggungjawab dan peran utama yang harus dipenuhi ya, mas.
    1. Tanggung jawab material (memberi makan-minum yang halal)
    2. Tanggung jawab intelektual dan spiritual (memberikan pendidikan dan pemahaman agama)
    3. Tanggung jawab emosional (berupa kasih sayang dan perhatian)

    wah. terima kasih artikelnya, mas. sangat mencerahkan. salam kenal dari Madura.

    ReplyDelete
  2. walaikumsalam.
    salam kenal mas dari borne

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel