Khutbah Jum'at Pelajaran Dari Binatang

Pelajaran dari Beberapa Binatang di dalam AL-QUR’AN 


اَلْحَمْدُ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ أَمَّابَعْدُ.
 فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْ اللهَ، اِتَّقُوْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ ،  إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Alhamdullah, puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. Dan shalawat berserta salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari zaman ke bodohan menjadi zaman yang terang benerang yakni islam dan iman.

Hadirin..


Khotib berpesan kepada hadiri sekalian dan khusus pada khotib sendiri untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Takwa dalam arti menjalankan apa yang di perintahkan Allah Swt dan menjahui apa yang dilarangnya.

Hadirin....


Adapun judul khotbah kita pada hari ini adalah Pelajaran Dari Binatang. Dalam Al-Qur’an ada berapa surah, yang judulnya nama-nama binatang. Seperti al-baqarah (sapi betina) al-an’am (binatang ternak) an-nahl (lebah) an-naml (semut) al-fil (gajah) dari sejak dahulu, hingga sekarang, pola hidup binatang relatif tidak berubah, meraka sangat disiplin. Mengikuti perintah Allah walaupun tidak berakal, mereka hanya bertindak sesuai dengan naluri yang di berikan Allah SWT. Firman Allah mengatakan

وَإِنَّ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَنۡعَٰمِ لَعِبۡرَةٗۖ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيۡنِ فَرۡثٖ وَدَمٖ لَّبَنًا خَالِصٗا سَآئِغٗا لِّلشَّٰرِبِينَ  ٦٦

"Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya."(Q.S An-Nahl 16: 66)

Hadirin...


Didalam ayat tersebut binatang-binatang itu, menjadi pelajaran bagi kita, pelajaran tersebut ada dua: yang baik itu di tiru. Kedua, yang tidak baik tidak perlu untuk di contoh. Binatang tidak pandai berpura-pura dan bintang kalau kedudukannya sama dengan manusia harganya mahal. Contohnya burung tiong, bisa ngomong dikit harganya jutaan, sebaiknya pula kalau manusia seperti binatang tidak akan ada harganya. Selajutnya pula binatang di ambil suatu pelajaran; seperti, semut misalnya: semut serangga yang senang berseliaturrahmi, suka bergotong royong, dan tidak suka makan sendiri, dan selalu bergerak cekat. Bila seekor semut menemukan rezeki, lantas segera memberi tahu temannya, lalu ia bergotong royong dalam mengambil makanan itu beramai-ramai, di bawa kesuatu tempat, disinilah mereka menikmatinya bersama-sama. Dan semut senang bersilaturrahmi, maka kita lihat semut apabila bertemu satu dengan yang lainnya, kepalanya saling beradu, dalam keredaan agama, saling bersalaman. Dan juga semut senang berjalan cepat, seakan-akan berolah raga,  maka semut tidak pernah kena penyakit kencing manis, walaupun yang dimakannya segala yang manis. Juga ternyata mahluk semut ini, memiliki do’a yang mustajab. Dizaman nabi Sulaiman pernah terjadi kemarau panjang sehingga terjadi resesi/paceklik/panas yang sangat parah, sehingga tumbuh-tumbuhan menjadi kering, tidak bisa hidup,airpun sulit.  Lalu nabi sulaiman, bersama kaumnya, pergi ketanah lapang, untuk sholat minta hujan, di tengah perjalanan, Nabi Sulaiman bertemu dengan seekor semut yang sedang mengangkat tangannya keatas, sambil berdo’a: ya, Allah, jangan engkau timpakan azab, kepada kami lantaran dosa yang diperbuat oleh manusia. Mendengar do’a semut tadi, nabi Sulaiman membatalkan sholat minta hujan, dan menyuruh kaumnya pulang kembali kerumahnya masing-masing,dengan izin Allah hujan pun lalu turun.     

Hadirin...


Kemudian ada pula hadis Rasulullah yang mengatakan: “kehidupan orang mukmin itu laksana burung, berangkat pagi dengan perut kosong, pulang sore dengan perut kenyang, bagaimana aktivitas atau kerja burung? Burung baik di musim hujan, maupun di musim panas, tetap selalu bangun subuh, begitu bangun langsung berkicau. Dalam istilah agama mereka berzikir kepada Allah. Burung pada waktu berusaha selalu tekun. Mereka pandai memanfaatkan waktunya. Untuk mencari rezeki, maka wajar kalau tugasnya dapat diselesaikan tepat waktu. Sehingga sebelum datangnya malam mereka sudah pulang kesarang. Selain itu, burung sangat yakin dengan jaminan rezeki dari Allah, walaupun menemukan makanan yang banyak, burung tidak pernah membawanya pulang kesarang untuk persediaan. Itulah contohnya burung.

Selanjutnya jika dalam hal mendidik, kita belajar dari ayam. Ayam menetaskan telurnya tahan berpuasa hingga 21 hari tidak bergerak kemana-mana hanya mengeram saja di dalam sangkarnya. Setelah telur menetas, ia mendidik anaknya hingga dewasa. Setelah itu baru ia bebaskan anaknya untuk mencari makan sendiri. Bila induknya lapar, lalu menemukan makanan dia tidak mau makan sendiri. Ia pangil anak-anaknya untuk sama-sama memakannya. Selain itu, ayam tekun sekali membangunkan manusia untuk sholat subuh dengan cara berkokok. 

Selanjutnya bagaimana pula dengan bebek? Pertama bebek tidak mau keluar dari jamaah, mereka selalu rukun dalam kelompoknya. Kedua, patuh pada pemimpinnya. Kemana pun pemimpin melangkah mereka mengikutinya dan kalau soal dermawan (suka menyumbang) bebek tidak ada tandingannya. Contohnya, bertelur besar-besar lalu dibiarkan begitu saja tak peduli mau jadi apa, di ikhlas telurnya diambil siapa saja.

Hadirin...


Selanjutnya binatang kerbau. Walaupun bodoh tapi senang melakukan kebaikan. Meski di ajak kerja keras tidak pernah menolak dan dia termasuk binatang yang patuh. Disuruh menarik bajak di sawah, menarik pedati atau gerobak ia menurut saja. Bahkan ditarik untuk dipotong, ia tidak pernah bilang endak ah.

Selanjutnya kambing. Kambing memiliki seportivitas yang tinggi. Jika tidak senang ia terus terang dari depan dan tidak main belakang. Liat saja mana ada kambing menanduk dari belakang. Kambing termasuk binatang yang jujur, tidak ada kaming mencuri tanaman untuk dimakan secara sembunyi. 
Lalu kemudian anjing. Ada sifat yang baik dari anjing yaitu ia pandai berterima kasih meskipun makanan yang diberiakan kepadanya itu sisa. Anjing termasuk binatang yang setia, pada malam hari ia menunggu rumah tuannya. Jika ada yang mencurigakan langsung dikejar atau di gonggong. Bila perlu digigit walaupun risikonya harus mati.

Lalu kemudian lebah. Binatang  yang kecil, tapi cukup besar di sisi Allah. Lebah selalu taat kepada Allah swt, yang pertama diajarkan oleh Allah kepada lebah adalah cara membuat rumah/sarang. Kata Allah “hai lebah, kalau mau membuat rumah atau tempat tinggal, buatlah di gunung-ginung, kalau tidak ada gunung, carilah pohon-pohon yang besar.” Ia membuat rumah atau sarang untuk meyenangkan anak istrinya. Dan lebah sangat kompak, tidak pernah kita dengar lebah berkelahi atau bertengkar. Lebah tidak pernah mengganggu, tetapi kalau ia diganggu, ia akan melawan dengan sengatan. Lebah makan yang baik-baik seperti sari bunga, makanan yang bermutu, dan yang dikeluarkannya yang bermutu pula, yaitu madu. Yang berguna untuk obat. Jadi menurut kacamata agama lebah ini mencontohkan makanan yang patut kita makan, yang halal dan baik. Lebah hanya mengelurkan kata-kata yang berguna dan lebah di manapun bersarang tidak pernah ada dahan yang runtuh atau rusak. Lebah berkasih sayang terhadap sesama mereka, maksudnya supaya kita ambil contoh dari lebah agar di manapun kita tinggal supaya tidak merusak lingkungan, membuat onar dan sebagainya dan menanamkan rasa kasih sayang dengan sesama, sebagaimana lebah tersebut. Disabdakan Rasulullah saw 

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang yang penyayang, akan mendapatkan kasih sayang Allah Yang Maha Pengasih, sayangilah yang ada di permukaan bumi, niscaya kalian akan disayangi yang ada di langit.” (H.R Abu Daud)

Demikin khutbah yang dapat saya sampaikan, semoga kita dapat mengabil pelajaran dari apa-apa yang diciptakan oleh Allah. Amin

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ.  وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأٓيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم إنَّهُ تَعَالى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ رَؤُوْفٌ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} أَمَّا بَعْدُ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ ارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِّينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَلِىٍّ وَارْضَ عَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ وَ عَنِ التَّابِعِينَ وَتاَبِعِي التَّابِعِينَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ, وَ ارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيَن.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اللهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالشُّيُوعِيِّينَ الصِّينِيِّينَ وَالشُّيُوعِيِّيَن الرُّوسِيِّينَ وَ اْلمُشْرِكِينَ  الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكِ، اللهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.
اللَّهُمَّ انْصُرِ اْلمُسْلِمِينَ اْلمُسْتَضْعَفِينَ واْلمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِكَ وَالْمُرَابِطِينَ فِي سَبِيلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَ زَمَانٍ. اللًّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُعَزَّرًا.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, وَ لَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ

  

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Khutbah Jum'at Pelajaran Dari Binatang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel