Adab Dalam Sholat

Adab Dalam Sholat

Sholat merupakan rukun iman yang kedua, sholat merupakan tiang agama sebagaimana yang disabdakan Rasulullah yang artinya “sholat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakan sholat berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa berarti meruntuhkan agama” (HR. Baihaqi).


Sholat merupakan kewajiaban umat islam, sholat dalam islam mempunyai kedudukan yang tinggi. Maka ketika kita ingin mengerjakan sholat haruslah memperhatikan adab-adab dalam sholat agar sholat yang kita kerjakan menjadi lebih khusyuk. Di antara adab yang harus kita perhatikan di dalam sholat adalah:

1. Sholat Tepat Waktu


Jika telah sampai waktunya sholat (mendengar kumandang azan) maka
bersegeralah mengambil air wudhu, untuk melaksanakan sholat jangan
pernah menunda-nunda waktu sholat karena dengan menunda-nunda sholat
akan mengakibatkan kita menjadi malas untuk melakukan sholat. Maka
gunakan kesempatan yang kita punya untuk segara melaksanakan sholat
karena Rasulullah saw pernah bersabda “seutama-utama amal ibadah, ialah
sholat yang dikerjakan pada awal waktunya”. (HR. Muslim).

Maksud hadis di atas adalah jika telah sampai waktunya sholat maka
bersegaralah untuk mengerjakan sholat.

2. Suci Dari Hadas dan Najis


Sebelum melakukan sholat terlebih dahulu kita harus bersih dari hadas kecil
dan besar. Jika kita berahadas besar kita diwajibkan untuk mandi wajib
terlebih dahulu. Tetapi jika jika kita berhadas kecil kita cukup berwudhu
saja jika tidak memperoleh air maka bertayamumlah. Sebagaimana firman
Allah swt QS Al-Maidah: 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ  ٦

“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”


Bersuci dari dari hadas dan najis berupakan serangkaian tuntunan yang wajib dikerjakan bagi setiap orang yang beriman jika ingin mengerjakan sholat.

3. Suci Pakaian dan Tempat Ibadah


Ketika kita hendak mengerjakan sholat maka yang harus kita perhatikan
adalah kesucian badan dan pakaian, serta tempat juga harus suci. Jangan
sampai tempat yang ketika kita gunakan untuk  melaksanakan sholat
terdapat najis, karena dapat menyebabkan tidak sahnya sholat kita.

Ketika kita sholat hendaknya pakaian kita terbebas dari najis, dan harus
menutup aurat. Dianjurkan mengunakan pengharum atau wangi-wangian.
Agar tubuh serta pakaian menjadi wangi.

Untuk wanita hendaknya mengunakan mukena, juga harus dalam keadaan
bersih dan menutup aurat. Aurat wanita meliputi seluruh tubuh kecuali
telapak tangan dan muka.

Dalam islam kebersihan itu adalalah sebagian dari iman. Maka pakaian
yang bersih tempat yang suci akan mengantarkan kita kedalam khusyukan.

4. Niat Yang Sungguh-Sungguh Karena Allah


Rasulullah saw bersabda “sesungguhnya setiap amalan tergantung pada
niatnya. Setiap orang akan mendaptakan apa yang dia niatkan. (HR.
Bukhari dan Muslim).

Dari pesan Rasulullah saw di atas kita diajarkan untuk melaksankan sesuatu
dengan niat karena Allah, terutama ketika kita sholat. Karena ketika
mengerjakan sholat, kita menghadap Allah SWT. Sebagai tanggung jawab
kita, yakni beribadah kepada Allah tanpa mengharapkan pujian dari orang
lain. Karena apa yang kita niatkan itu yang kita dapatkan.

5. Sholat Dengan Tuma’ninah


Sholat yang diterima oleh Allah SWT. Adalah sholat yang benar-benar
diresapi dan dihayati setiap bacaannya. Sebagian gerakan dalam sholat
dikerjakan dengan tuma’ninah. Tuma’ninah berarti berhenti sebentar atau
diam sejenak. Jangan melakukan gerakan sholat seperti ayam yang sedang
mencotok makanan.

Lakukanlah sholat dengan penuh rendah hati dan tunduk hanya kepada Allah SWT. Yang Maha Melihat apa yang kita lakukan dan apa yang kita kerjakan.

6. Ushakan Sholat Berjamaah


Sholat berjamah itu apabila dikerjakan mendatangkan pahala yang sangat
besar, sebagimana diterangkan dalam hadis nabi berikut ini

“sholat jamaah dari utama sholat sendirian, pahalanya sebanyak 27
derajat”. (HR. Al-Bukhari).

Selain mendapat pahala yang besar sholat berjamaah juga dapat melatih
kedisplian bagi yang mengerjakan karena sholat berjamaah berada di awal
waktu dan itu berlangsung terus menerus secara rutin.

7. Berzikir dan Berdoa Setelah Sholat


Jika sholat sudah selasai dikerjakan maka janganlah langsung meninggalkan
tempat peribadatan. Kita dianjurkan untuk mengerjakan ibadah-ibadah lain
seperti berzikir dan berdo’a.

Di antara keutaman zikir adalah dalam menenagkan hati, dan mendekatkan
diri kepada Allah. Setelah berzikir maka kita dianjurkan untuk berdoa. Doa
yang kita panjatkan bisa berupa meminta ampunan kepada Allah, kebaikan
dunia dan akhirat. Sebagimana firman Allah QS. Ghafir: 60


وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ  ٦٠


“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.

Dari ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk selalu berdo’a atau meminta kepada Allah. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Demikianlah tujuh adab dalam berdoa semoga bermanfaat untuk kita semua, dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber:


  • Adab Dalam Beribadah: M. Basuki, M.S.I.
  • Pintar Ibadah Dan Asma’ul Husnah: Drs, H. NH. Rifa’i
  • Hadis Arba’in: Imam An-Nawawi


uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Adab Dalam Sholat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel