Melatih Kedisiplinan Anak Sejak Dini Melalui Sholat Lima Waktu


Melatih Kedisiplinan Anak Sejak Dini Melalui Sholat Lima Waktu

Mengajarkan kedisiplinan pada anak bukan hal yang mudah. Tapi hal ini tidak bisa jadikan alasan untuk membiarkan anak tumbuh tanpa kedisiplinan. Mengajari anak untuk disiplin terkadang menjadi hal yang sukar bagi sebagian orang tua, apalagi menerapkan kedisiplinan pada anak yang masih berusia dini. Meski menerapkan kedisiplinan pada anak usia dini itu sulit tetapi kita tidak boleh berputus asa dalam mengajarkan anak untuk disiplin.

Sebenarnya ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan anak salah satu caranya yaitu dengan melalui sholat lima waktu sebab sholat lima waktu mempunyai batasan waktu awal dan akhir sehingga diharuskan sholat tepat waktu sebelum batas akhir waktu sholat yang sudah ditentukan, jika tidak maka sholatnya tidak sah.

Melatih anak disiplin sholat lima waktu dapat dimulai dengan memberi contoh kepada anak-anak. Jika orang tua gagal mencontoh yang baik, maka jangan berharap anak menjadi baik. Karena orang tua adalah figur pertama yang akan ditiru oleh anak. Jika ibu sedang berhalangan untuk sholat lima waktu maka bisa memberikan alasan kepada anak sebab ibu tidak dapat mengerjakan sholat. Tidak dengan berbohong karena akibatnya jika anak sudah mengerti ia akan menganggap berbohong itu diperbolehkan dan akan menirunya. Sebagai orang tua kita harus memahamkan mereka dengan benar. Tetapi disesuaikan dengan umur dan sebatas apa mereka memahaminya. Kadang kita cukup memberi alasan bahwa seorang ibu adalah makhluk istimewa yang memiliki hari spesial untuk tidak melakukan sholat. Jika jawaban tersebut tidak bisa diterima, kita tidak perlu menjelaskan secara ilmiah dengan panjang dan lebar. Cukup dengan penjelasan yang masuk akal sesuai dengan kapasitas mereka sebagai anak.
Memiliki anak soleh dan soleha adalah keinginan setiap orang tua. Tapi lain halnya jika anak tersebut cerdas dan kritis. Akan ada banyak pertanyaan-pertanyaan ketika kita mengajak anak untuk mengerjakan sholat lima waktu. Maka orang tua harus mempunyai jurus jitu lagi untuk memberi pengertian pada anak tentang pentingnya sholat lima waktu dan manfaatnya. Salah satunya yaitu dengan bercerita yang di masukkan dalam kegiatan santai atau menjelang tidur. Karena anak akan merasa nyaman saat kita bercerita pentingnya ibadah sholat.

Jika anak masi membantah orang tua tidak perlu memaksakan dengan  ancaman kita mengajarkannya dengan cara yang sudah ada dalam Al-Qur’an. Dalam firman Allah:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ  ١٢٥

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. An-Nahl: 125)

Orang tua juga bisa melatih kedisiplinan anak sholat lima waktu yaitu dengan memberi iming-iming hadiah. Boleh memberi mereka iming-iming hadiah, akan tetapi saat mereka menyelasaikan perbuatan baik. Sebagai motivasi anak untuk terus berbuat baik. Selain hadiah orang tua juga wajib memberi mereka pujian untuk setiap perbuatan baik mereka sebab itu akan memupuk rasa dan keinginan mereka untuk terus berbuat baik.

Tak perlu menyuruh mereka melakukan dengan sempurna diawal-awal. Sedari dini perlihatkanlah bagaimana orang tua sholat fardu dan menyertakan anak-anak dalam kegiatan sholat. Jika masih bayi bisa orang tua sandingkan dengan tempat sholat. Jika sudah mampu berdiri bisa diajarkan pelan-pelan. Jangan terganggu dengan ulah mereka, karena Rasulullah saja tidak mengekspresikan amarah dan sama sekali tidak terganggu ketika Hasan dan Husin naik ke punggung beliau.

Latihlah kesabaran orang tua saat anak sholatnya tidak khusuk dan bermain. Selalu beri pengertian dengan baik tentang adab sholat. Disiplinkan lima waktu, jika mereka tak mampu ajaklah dan rayulah sampai mereka sanggup sholat lima waktu. Dan soal bacaan sholat bisa diberikan pada saat waktu santai, bermain, atau sebelum tidur kitika mood anak sedang setabil. Karena akan mempermudah anak dalam menerima penjelasan dari orang tua tentang bacaan sholat.

Selain disiplin dengan menjalankan sholat lima waktu orang tua juga sekaligus melatih kesabaran pada anak. Karena disiplin adalah bagian dari ajaran islam dan Rasulullah sangat mengajarkan kedisiplinan. Laksana tetesan air yang jatuh diatas bongkahan batu. Batu yang keras pun lama-lama menjadi cekung karena tetesan air. Sebagaimana sabda Rasulullah saw “amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dawam (kontinu) walaupun itu sedikit”. (H.R Muslim)

Seperti kata pepatah sekali “ sekali medayung, dua tiga pulau terlampaui”. Selain mengajarkan disiplin dan sabar orang tua juga dapat memetik hasil lain dari mengajarkan anak disiplin sholat lima waktu yaitu:

1.    Menerapkan Bentuk Ketaatan Pada Allah SWT.

Allah telah menyuruh kita untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya. Disiplin adalah salah satu bentuk ketaatan pada peraturan, terutama aturan yang Allah telah tetapkan. Firman Allah dalam QS. An-Nisa: 59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا  ٥٩

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 2.    Menghindarkan Anak Dari Sifat Lalai.

Dengan disiplin anak akan terbiasa mengerjakan sesuatu tepat pada waktunya dengan begitu orang tua sudah menjahukan anak dari perilaku lalai.

3.    Dunia Dan Akhirat Anak Yang Seimbang.

Dengan disiplin orang tua dapat menyeimbangkan kepentingan dunia dan akhirat dengan baik. Sebagaimana firman Allah QS. Al-Qoshosh: 77

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ  ٧٧

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

4.    Aktivitas Anak Lebih Teratur.

Selain menerapkan disiplin pada anak untuk sholat lima waktu orang tua juga dapat menerapkan disiplin pada kegiatan anak lainnya. Sehingga aktivitas mereka lebih teratur.

5.    Meningkatkan Perkembangan Otak Anak.

Disiplin mampu membuat otak anak lebih berkembang karena disiplin membuat otak anak terus distimulasi untuk menemukan jalan terbaik.

6.    Mempererat Hubungan Orang Tua Dan Anak.

Dengan menerapkan disiplin dengan pola yang tepat mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak karena perhatian dan kasih sayang orang tua.

Itulah beberapa cara melatih kedisiplinan anak melalui solat lima waktu beserta keutamaannya yang bisa orang tua aplikasikan pada anak-anak. Semoga anak-anak kita menjadi anak soleh dan soleha dan kita sebagai orang tua mampu membimbing, mendidik, dan menyayangi anak dengan cara yang bijaksana.







uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Melatih Kedisiplinan Anak Sejak Dini Melalui Sholat Lima Waktu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel