Adab Dalam Membaca Al-Qur’an


Adab Dalam Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci agama islam, petunjuk bagi mereka yang mau membaca dan mengamalkannya. Al-Quran berbeda dengan kitab-kitab yang ada, Al-Quran akan terjaga kemurniannya dan kesuciannya hingga yaumul qiyamah. Maka dalam hal ini Rasulullah saw mengajarkan adab-adab atau etika sesorang muslim dalam membaca Al-Quran agar apa yang kita baca mendapat pahala dari Allah swt.

1.  Berwudhu Sebelum Membaca Al-Qur’an

Jika kita hendak membaca Al-Quran, kita harus suci dari hadas dan najis. Untuk menghilangkan najis maka kita hendaknya berwudhu kalau tidak ada air maka kita dapat bertayamum. Dengan begitu tubuh kita menjadi suci dan kita dapat memulai membaca Al-Qur’an.
Untuk orang yang berhadas besar seperti wanita yang sedang haid ataupun nifas haram hukumnya membaca Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang artinya:
Dari Jabir bin Abdullah r.a berkata: Nabi Muhammad saw, bersabda “perempuan haid dan sedang nifas jangalah membaca sesuatu dari Al-Qur’an.” (H.R Ad-Daruqutni)

2.  Mengikhlaskan Niat Untuk Allah

Rasulullah saw pernah bersabda:
“pelajarilah Al-Qur’an dan mintalah surga dengannya sebelum (datangnya) suatu kaum yang mempelajarinya untuk mencari dunia. Sesungguhnya Al-Qur’an dipelajari orang karena tiga hal: untuk berbangga-bangga dengannya, mencari makan dengannya, dan membacanya karena Allah  (as-silsilah ash-shahih no.285)

BACA JUGA: ADAB DALAM SHOLAT

3.  Berpakaian Yang Bersih Dan Sopan

Al-Qur’an adalah kitab suci yang terjaga kesuciannya maka dari itu apabila ingin membacanya selain harus bersuci terlebih dahulu dari hadas dan najis, pakaian yang dipakai haruslah bersih dari hadas dan najis juga.
Pakaian yang kita pakai itu tidak harus mewah tetapi sopan dan menutup aurat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang artinya:
Rasulullah melarang dua hal yang terlalu titis dan tebal, pakaian yang terlalu halus dan terlalu kasar, terlalu panjang dan terlalu pendek, tetapi harus pertengahan diantara keduannya dan tidak berlebihan.” (H.R Al-Baihaqi).

4.  Membaca Al-Qur’an Di Tempat Yang Suci

Hendaknya seorang qori membaca Al-Qur’an ditempat yang suci seperti masjid dan rumah. Karena dengan membaca Al-Qur’an di tempat yang suci akan menambah kekhusukan bagi yang membacanya.

5.  Menghadap Kiblat

Kiblat merupakan arah yang baik karena pada arah kiblat terdapat ka’bah yang disucikan seluruh umat muslim yang ada diseluruh dunia. Yang menghadap kiblat adalah wajah kita sebagaimana kita mengerjakan sholat.

6.  Memegang Quran Dengan Rasa Hormat

Di dalam Al-Qur’an terkandung firman-firman Allah SWT. Maka dari itu jika memegang Al-Qur’an hendaklah penuh dengan rasa hormat seperti menghormati orang tua kita.

Memegang Al-Qur,an yang baik adalah memegang dengan kedua tangan. Bisa juga dengan kedua tangan tersebut kita dekap Al-Qur’an sebagai perwujudan kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Dan jangan sekali-kali meletakan Al-Qur’an di lantai atau di sembarang tempat.

7.  Sebelum Membaca Al-Qur’an Hendaknya Membaca Doa

Doa yang dapat dibaca ketika hendak membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut.



8.  Mengawali Dengan Memabaca Ta’awuz

Disyaratkan bagi seorang qori membaca istiadzah/ta’awuz dan melajutkan dengan bacaan basmalah sebelum melakukan tilawah, sebagai bentuk pengamalan firman Allah SWT:
فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ  ٩٨
“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk”.(QS. An-Nahl 16: 98)


BACA JUGA: 6 ADAB DALAM BERDOA

9.   Membaca Al-Qur’an Perlahan/Tartil

Maksudnya tidak terlalu cepat atau terburu-buru dalam membaca Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
....وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا  ٤
 .......Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.(QS. Al-Muzammil 73: 4)
Imam At-Thabrani berkata ketika menjelaskan ayat tersebut “perjelaslah bacaan Al-Qur’an apabila kamu membacanya, dan perlahan-lahanlah dalam membacanya.”

10.           Harus Mengetahui Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an. Jika seorang qori tidak memahami ilmu tajwid maka seorang qori bisa bertanya kepada ustad yang sudah menguasai dengan benar tentang ilmu tajwid atau bisa dengan membaca buku yang berkenaan dengan ilmu tajwid.

11.           Mewaqafkan Bacaan Pada Akhir Ayat

Disunnahkan bagi qari untuk wakaf (berhenti) pada setiap akhir ayat yang dibaca, sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Ummu Salamah r.a berkata Rasulullah saw memutus-mutus qiraahnya (membaca wakaf pada setiap akhir ayat) beliau membacanya:
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  ٢
Dan berhenti, lalu membaca:
ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  ٣
Dan berhenti lalu membaca:
مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ  ٤
Dalam riwayat yang lain disebutkan: Rasulullah membaca Al-Qur’an seayat demi seayat.

12.           Sujud Tilawah Seusai Membaca Ayat Sajdah

Rasulullah saw bersabda tentang keutamaan sujud tilawah:
apabila anak adam membaca ayat sajdah lalu ia sujud maka syaitan menyingkir sambil menangis seraya berkata:`celakalah dia’ – dalam riwayat Abu Kuraib (syaitan berkata): ‘celakalah aku’ – anak adam diperintah untuk sujud lalu ia sujud maka baginya surga, sedangkan aku diperintahkan untuk sujud tetapi aku enggan maka bagiku neraka.’ (H.R Muslim).
Diantara bacaan sujud tilawah/sajdah sebagai berikut:

13.           Membaca Al-Qur’an Dengan Suara Yang Indah

Ketika membaca Al-Quran lebih baik suara kita diperindah supaya siapa yang mendengarkan lantunan ayat yang kita baca menjadi takjub dan bersedia mendengarkan Al-Quran yang kita baca.
Maka perindahlah suara kita dalam membaca Al-Quran sebagaimana sabda Rasulullah saw:
Artinya: “dari Barra bin Azib berkata: Rasulullah saw bersabda: “baguskanlah bacaan kalian Al-Qur’an dengan suara kalian.

14.           Memelankan Suara Ketika Ada Orang Sholat

Ketika kita sedang membaca Al-Qur’an, sedangkan di sebalah kita ada sesorang yang sedang mengejarkan solat, sebaiknya kita memelankan suara kita agar orang yang melaksanakan sholat tidak merasa terganggu dan bisa khusuk dalam sholatnya.

15.           Mengakhiri Membaca Al-Qur’an Dengan Membaca Sadaqallahul Azim

Jika sudah selasai membaca Al-Qur’an handaknya ditutup dengan membaca sadaqallahul azim, seperti pintu jika sudah dibuka juga harus ditutup kembali.

16.           Menutup Bacaan Doa Al-Qur’an Dengan Membaca Doa
Bacaan doa yang dapat kita baca setelah membaca Al-Qur’an sebagai berikut:

17.           Menutup Al-Quran Setelah Selesai Membacanya
Jika sudah selesai membaca Al-Qur’an hendaknya menutup Al-Qur’an itu, jangan dibiarkan terbuka. Agar terjaga kesuciannya dan sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an setelah memakainya maka letakanlah di tempat yang bersih lagi tinggi.

Itulah adab-adab yang dapat penulis paparkan somoga kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber:
M. Basuki, M.S.I: Adab Dalam Beribadah
Abu Ya’la Kurnaedi, Lc: Tajwid Lengkap Asyaf’i

uchu budi Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

0 Response to "Adab Dalam Membaca Al-Qur’an"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel